7 contoh Pantun Jenaka dan Maknanya untuk Anak SD – kamu pasti telah mengenal pantun. Dikutip berasal dari buku bahasa Indonesia 1 SMP Kelas VII yang ditulis oleh Idda Ayu Kusrini (2008: 16), pantun merupakan keliru satu wujud puisi lama Indonesia. Pantun membuka kaidah penulisan atau syarat penulisan spesifik Adapun pantun terdiri berasal dari beraneka tipe layaknya pantun anak-anak, pantun muda-mudi, pantun orang tua, pantun jenaka, serta pantun teka-teki. Artikel kali ini dapat mengulas lebih lanjut berkenaan pantun jenaka dan maknanya.
7 contoh Pantun Jenaka dan Maknanya untuk Anak SD
Pantun jenaka adalah pantun yang bertujuan untuk menghibur orang yang mendengarnya. kadangkala pantun jenaka dijadikan sebagai media saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban, agar tidak mengakibatkan rasa tersinggung.
Contoh Pantun Jenaka Lengkap dengan Maknanya
Berikut adalah umpama pantun jenaka dan maknanya untuk pembelajaran anak SD:
1. Buah pisang rasanya manis,
Jangan lupa dibawa pulang,
Ibu tertawa sampai menangis,
Melihat bapak bermain layang-layang.
Maknanya: pantun di atas menceritakan berkenaan keakraban ayah dan ibu, yang mana ibu tertawa menyaksikan sikap ayah yang seperti anak kecil bermain layang-layang.
2. Pergi ke Hutan bersua gajah,
Gajah lari dikejar kanguru,
Aku sudah siap berangkat ke sekolah,
Ternyata saat ini adalah hari Minggu.
Maknanya: seorang siswa yang sudah siap berangkat ke sekolah, sedang baru mengerti hari tersebut adalah hari Minggu.
3. andaikan ketam datang ke rawa
Lintah turun ke di dalam kali
Kalau monyet sedangkan tertawa
Mukanya jelas lucu sekali
Maknanya: monyet tidak tertawa saja tampangnya telah lucu, lebih-lebih dikala dia tertawa.
4. Asam kandis asam jawa
Satu peti di di dalam kereta
Kalau nenek udah tua
Hati atuk tetaplah cinta
Maknanya: rayuan suami kepada pasangannya, bahwa meski sudah tua, jangan khawatir cinta di hatinya cuman kepada sang istri tercinta.
5. Ikan gabus di rawa-rawa
Ikan belut nyangkut di jaring
Perutku sakit menahan tawa
Gigi palsu loncat ke piring
Maknanya: seseorang yang mengfungsikan gigi palsu, sedang giginya lompat ke piring dikala makan.
6. membeli telur sepuluh butir,
Satu butir dimakan tokek,
Aku kaget datang nada petir,
Ternyata nada bersin kakek
Maknanya: nada bersin kakek yang kencang, agar membuat penulis pantun kaget dan mengira hadir nada petir.
7. Di sini kosong, di sana kosong
Tidak terletak batang tembakau
Bukannya saya bicara bohong
Ada katak memikul kerbau
Maknanya: mengetahui sekali “si aku” bohong, bagaimana dapat kata yang kecil memikul kerbau?
Semoga perumpamaan pantun di atas menghibur anda