14 Perumpamaan Puisi Ibu Yang Memiliki Arti Menyentuh – Puisi bersama-sama bersama dengan tema ibu cocok diberikan antara momen-momen tertentu beberapa anak kali saja masih malu untuk mengutarakan rasa sayang kepada ibunya. Oleh dikarenakan itu, contoh puisi ibu selanjutnya ini dapat terasa solusinya.
14 Perumpamaan Puisi Ibu Yang Memiliki Arti Menyentuh
Puisi merupakan ungkapan yang berasal berasal berasal dari pikiran kekacauan batin, unek-unek, dan perasaan terdalam punya seseorang. Itulah mengapa, puisi kerap mengfungsikan bahasa-bahasa kiasan bersama-sama dengan makna yang memadai menyentuh hati.
Ibu sendiri adalah sosok orang tua yang lantas pembagian paling utama didalam kehidupan anak-anaknya. Banyak hal yang udah dilakukannya tanpa pamrih, sehingga telah sepantasnya seorang anak sanggup membahagiakan ibunya.
Tidak membutuhkan hal-hal mewah untuk membuat ibu suka kata-kata kasih sayang yang mencerminkan ketulusan layaknya di dalam puisi ibu, biasanya sudah memadai membuatnya puas selanjutnya umpama puisi ibu yang dapat anak-anak bacakan pada momen-momen tertentu.
Puisi Ibu Tersayang
Sebagai ungkapan kasih sayang, inilah referensi puisi untuk ibu yang terasa sosok tersayang bagi anak-anaknya. Puisi berikut dikutip berasal berasal dari buku Antologi Puisi Kasih Ibu sepanjang ERA karya Dahlia Damayanti Sholikhah dkk.
1. Kesunyian Ibu
Karya: Denza Perdana
Ibu…
Dahinya adalah jejak sujud yang panjang
Perjalanan ketika membekas di pelupuk matanya
Derai air mata di pipinya telah mengering
Tanpa sisa, tanpa datang yang menduga
Ia memutuskan jalan sunyi untuk bertanya
Hiruk pikuk untuk tersenyum di teras derita
Menjerit disaat lelap berkuasa
Berdoa bukan untuk dirinya.
2. Ibu Matahariku
Ibu…
Tanpa mu, saya tidak akan lahir..
Tanpa mu, saya tidak dapat menyaksikan dunia ini
dan tanpa mu, aku tidak dapat sebesar dan sekuat ini
Ibu…
Kau malaikatku…
Kau pahlawanku
dan kau matahariku
Ibu…
Aku tidak paham wajib bicara apa…
Terima kasih, itu tidak cukup
Membahagiakan mu, itu belum cukup
Aku terlampau sayang padamu ibu…
3. Catatan menerima Kasih
Karya: Lang Leav
Kamu telah berikan tahuku
Semua hal
Aku membutuhkan mendengar
Sebelum saya tahu,
Aku butuh mendengar mereka
Agar tidak takut berasal dari seluruh hal
Aku pernah takut,
Sebelum aku tahu
Aku mestinya tidak risau pada mereka
4. Apa makna “Ibu”?
Karya: Karl Fuchs
“Ibu” adalah kata yang memang sederhana,
Tapi bagi aku hadir istilah yang jarang terdengar.
Untuk semua hari ini,
Kasih ibuku memperlihatkan jalan.
Aku akan mencintai ibuku sepanjang hari-hariku,
Untuk memperkaya hidupku didalam banyak hal.
Ibu membuatku lurus dan jadi membebaskanku,
Dan itulah istilah kata “ibu” bagiku.
Terima kasih udah lantas ibu yang luar biasa, Bu!
5. Berjuang untuk Ibu
Bau rerumputan
Mengantarkan pagi hening
Hening sangat
Hingga matahari mengeluarkan kekuatannya
Semua sinarnya bebas
Liar…
Jalan panjang ini lantas terasa
Kadang berliku
Kadang curam
Namun saya tetap berjuang
Demi ERA depan dan ibuku
Puisi Untuk Ibu yang udah Meninggal
Banyak yang menuturkan kehilangan ibu untuk selama-lamanya adalah histori paling menyakitkan di dalam hidup seorang anak. lebih-lebih sebagian dari mereka terasa kehilangan separuh hidupnya.
Mengutip di didalam buku Pagi terasa Ibu: Antologi Puisi karangan Ibnu Wahyudi, inilah umpama puisi untuk ibu yang sudah meninggal, yang termasuk didalam kategori puisi ibu sedih.
6. Rindu Ibu di Surga
Tiga th. sudah kau pergi,
Tinggalkan kita semua di sini,
Masih tertanam luka di hati,
Jiwa rapuh tak terobati.
Ibu kita tercinta,
Kini udah berada di Surga,
Rindu yang ada begitu menggelora,
Jiwa dipenuhi oleh asa.
Kulihat pakaianmu di lemari,
Seakan kau datang lagi di sini,
Kutatap tungku memasak di dapur,
Cukup sedikit untuk menghibur.
Entah kapan sedih berakhir,
Luka seakan udah mengukir,
Makin hari jadi getir,
Derai air mata kian mengalir.
Aku tak kuasa menghambat rindu,
Rindu akanmu wahai ibu,
Wanita paling baik di didalam hidupku,
Tempat bersender segala pilu.
7. Sampaikan Rinduku
Pada sang fajar yang baru terbit,
Kutitipkan rindu yang tak sedikit,
Untuk yang pergi tanpa pamit,
Hingga tinggalkan luka pahit.
Pada sang Surya yang tenggelam,
Sampaikanlah datang antara kelam,
Bahwa hadir rindu tak dulu padam,
Selalu bergelora meski merajam.
Pada langit yang kelabu,
Mimpikan saya bersama dengan ibu,
Pertemukan aku dengannya,
Walau sekedar dikala itu terhitung saja.
Aku rindu padanya,
Rindu menyaksikan sosoknya,
Lapar bakal senyumannya,
Haus dapat tegurannya.
8. saya Ikhlas, Ibu!
Ibu,
Meski kepergiannya adalah duka,
Ku menerima dengan lapang dada,
Dengan hati yang ikhlas pula.
Ibu,
Aku tahu ini terlampau pedih,
Hadirkan tangis dan rintih,
Namun hidup tak dapat kita pilih.
Ibu,
Kepergianmu adalah beban jiwaku,
Kehilanganmu sungguh berat bagiku,
Semoga kami kembali bertemu.
9. Semenjak Kepergianmu
Ibu,
Semenjak kepergianmu,
Dunia terasa berbeda,
Tak layaknya sedia kala.
Ibu,
Seusai kau pergi,
Sepi ada menggerogoti,
Setiap sudut relung hati.
Ibu,
Kehilanganmu adalah pilu,
Luka yang berat bagiku,
Pukulan telak untukku.
10. Kusimpan seluruh Tentangmu
Begitu banyak kenangan denganmu,
Amat besar rasa cintamu padaku,
Kini seluruh sudah berlalu,
Namun takkan hilang ditelan waktu.
Kusimpan semua tentangmu,
Tentang canda, tawa dan tegurmu,
Tentang nasihat dan pituahmu,
Kususun rapi di didalam kalbu.
Kau abadi di sana,
Selama-lamanya,
Takkan dulu ku lupa,
Akan selamanya ku jaga.
11. Kekal Abadi
Oh ibuku sayang,
Kasih sayangmu takkan lekang,
Oleh saat maupun ruang,
Kan hidup selama zaman.
Ibu,
Kekal abadi namamu,
Terpatri di dalam sanubariku,
Tertanam lekat di di dalam hatiku.
Ibuku tercinta,
Jutaan nasihat yang dulu ada,
Semua pelajaran berharga,
Kan abadi sepanjang masa.
Puisi Ibu dan Ayah
Tak hanyalah ibu, sosok papa mencakup dapat diapresiasi kehadirannya berbarengan bersama dengan gunakan kata-kata indah. Perjuangannya melacak nafkah demi sang anak benar-benar tak dapat ada habisnya.
Berikut semisal puisi tentang ibu dan bapak yang di ambil berasal dari buku Sajak Kehidupan (Antopologi Puisi dan Diksi) postingan Beni Apriska.
12. Orang Tua Istimewa
Aku senang!
Aku mengambara
Banyak sekali manusia
Tapi kau masih orang tuaku
Mereka tulus menemaniku
Mereka istimewa
Meski mengembara
Meski banyak manusia
Kau tetap di hatiku
Dengan tulus kukatakan
Aku sayang kalian
Kalian istimewa
Meski ku mengembara
Meski ku menemui banyak orang
Kalian tak hadir yang menandingi
Kalian istimewa
Kalian adalah guruku
Kumpulan pengetahuan dari kalian kugunakan
Cambuk dan ajaranmu senantiasa kuingat
Itu seluruh demi ERA depanku
13. Temani masa Kecilku
Pertama kali lahir di dunia fana ini aku sungguh tak hadir arti
Kecil dan mungil digendong ibu kesana-kemari ketika bayi
Tangisan nakal saja yang sebatas aku beri
Tidak sadari situasi lelah ibu tergambar dan tersembunyi
Seorang ayah terlihat rindu bersama sang buah hati
Lucu nan cantik terhiasi lesung pipi kanan kiri
Diajaknya bermain canda dan tawa bersama
Tak terpisahkan oleh manis madu antara bunga
Lelah penat tak secuilpun berharap diperasaan
Ayah dan ibu orang paling baik di di dalam mempertahankan titipan
Kompak didalam membangun istana bertahtah
Untuk ditempati saat-saat tua menyapa
Wahai sang pencipta alam semesta
Tolong jaga ayah dan ibu yang merawatku hingga dewasa
Berilah ketentraman hati di dunia muram durjana
Sehatkan tubuhnya yang tua ditelan usia
Wahai kepada yang maha Esa
Lindungi mereka berasal dari kemerlap sinar dunia yang berbentuk sementara
Tudungkan bersama dengan hidayah itu supaya tak tersesat ke neraka
Aku titipkan ibu dan papa kelak di taman surga
Sampai istana ku semat mahkota di kepala
14. papa dan Ibu Tercinta
Ayah…
Yang menyayangiku bersama bersama penuh kasih
Yang udah memberiku nafkah lahir dan batin
Yang tak dulu letih langkahmu tuk masa depan terbaikku
Dan yang tlah memberiku jalan terbaik
Ibu….
Yang udah mengandungku bersama penuh cinta
Yang telah melahirkanku bersama dengan penuh perjuangan
Yang menerangi hidupku yang gelap gulita
Yang mulai wejangan seandainya ku tersesat
Ayah…Ibu….
Yang telah membesarkanku bersama penuh kesabaran
Yang telah merawatku berbarengan penuh kasih sayang
Ayah…Ibu….
Takkan akan kubalas jasa-jasa kalian
Meskipun bersama dengan seluruh isi dunia ini sekalipun
Hanya puisi sederhana ini kupersembahkan untuk kalian
Serta do’a yang senantiasa kupanjatkan untukmu
Ayah dan Ibuku yang tercinta.